Monday, September 14, 2009

Field trip ke nglimut

Semarang, 29 Agustus 2009; dua puluh satu siswa XII IPA1 SMA Krista Mitra mengadakan field trip ke Nglimut-Gonoharjo, Kec. Limbangan, Kab. Kendal. Latar belakang field trip ini adalah menguji dan membandingkan pelajaran teori yang didapat di dalam kelas dengan fakta fenomena di lapangan. Cara pengambilan data dilakukan setiap ada perbedaan ketinggian dan tujuan field trip adalah setiap siswa dapat menerapkan ilmu di kelas dengan di alam sekitar kita berada, dalam hal ini penggunaan termometer sebagai alternatif alat ukur ketinggian.

Alam adalah sumber ilmu yang terbaik, belajar sambil menikmati indahnya pemandangan, udara bersih nan segar, air bening bergemericik mengiring sepanjang perjalanan dan uji coba kami. Tuhan Yesus terimakasih atas anugrah alam yang kau berikan pada kami. Para murid melakukan percobaan dan mencari sample data penuh riang, antusiasme mereka mengalahkan tantangan medan menantang, jalan setapak naik dan turun.
Perlu kita ketahui, titik didih air di Semarang adalah 100oC pada tekanan 76 cm Hg, di Nglimut, titik didih air bervariasi, dari 65o C s/d 70oC. Suhu 65oC terdapat di tempat parkir, pintu masuk wisata. Setelah melewati gerbang, jalan menurun, kami mulai memasuki wilayah hutan wisata menuju kawah dan air terjun. Suhu tertinggi 70oC terletak pada daerah turunan terdalam di sekitar jembatan dekat air terjun kecil, kemudian suhu mulai mengecil lagi bervariasi 68oC, 69oC seiring jalan yang mulai menanjak lagi menuju kawah Nglimut Gunung Ungaran. Fakta menunjukkan, bahwa titik didih air menurun di bawah 100oC karena tekanan udara mengecil secara linier dengan kenaikan ketinggian tempat suatu daerah.
Sampel yang diambil adalah air pada volume 20 ml.

Berdasarkan rumus tinggi tempat :

H = ( 76 cm Hg – P ) x 100 m/cm Hg dan disubstitusikan dengan persamaan Boyle-Gay Lussack PV = nRT, maka ketinggian daerah Gonoharjo – Jurang ( air terjun pertama ) - Kawah Nglimut adalah sekitar : 611,26 m dpl s/d 713, 14 m dpl..

Titik tertinggi di tempat Parkir 713,14 m dan Titik terendah di air terjun pertama yang memiliki ketinggian 611,26 meter dpl.


Ternyata pelajaran fisika teori tentang termometer dan tekanan di kelas dapat ‘ mendarat ‘ diaplikasikan dalam kehidupan pragmatis kita. Mengukur tinggi tempat tidak harus dengan Barometer yang mahal, termometerpun bisa. Lelah perjalanan dan tekanan percobaan terbayar lunas oleh sejuknya udara, eloknya panorama dan nuansa sore, apalagi sepinya pengunjung membuat kita bebas bergerak melakukan percobaan yang benar dalam pengukuran. Tempat wisata bak milik pribadi saat field trip dilakukan, karena bulan puasa.
Ayo kita terus tumbuh-kembangkan budaya ilmiah dan riset di sekolah kita, Krista Mitra.Semoga pengalaman ini berguna, selamat mencoba. ( Poedji Widodo )