Monday, June 23, 2008

Begonia van kelimutu

Para peneliti dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan spesies flora baru yang hanya terdapat di Taman Nasional (TN) Kelimutu, Flores. Flora tersebut diberi nama Begonia kelimutuensis karena layak menjadi flora khas Danau Kelimutu da tidak ditemukan di daerah lain di seluruh dunia.

Kepala Balai Taman Nasional (TN) Kelimutu, Ir. Gatot Soebiantoro, M.Sc, mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, di ruang kerjanya, Jumat (20/6/2008) saat dikonfirmasi tentang hasil penelitian yang dilakukan LIPI terhadap keberadaan flora dan fauna di TN Kelimutu tahun lalu.

Gatot mengatakan, saat ini ada 78 spesies flora berhasil diidentifikasi di TN Kelimutu. Dua spesies merupakan endemik Taman Nasional Kelimutu, 5 spesies endemic Flores, dan sisanya merupakan tanaman eksotik. Dua spesies yang diidentifikasi endemik asli Kelimutu, yaitu Begonia kelimutuensis yang sudah dikenal masyarakat lokal sebagai tumbuhan Uta Onga dan Rhododendron reschinum, atau dalam bahasa daerah setempat dikenal dengan nama Turuwara.

Sedangkan untuk fauna, saat ini terdata 49 spesies yang telah diidentifikasi di Kelimutu. Beberapa di antaranya merupakan endemik Flores dan diharapkan kedepan penelitian tetap dilakukan untuk mengekspolirasi keanekaragaman hayati di TN Kelimutu.

Dikatakannya, kegiatan penelitian studi komunitas flora dan fauna di TN Kelimutu tahun 2007 lalu adalah upaya untuk mengemukan keanekaragaman flora dan fauna dan ekosistem yang ada dalam kawasan TN Kelimutu. Kegiatan ini merupakan hasil kerja intens antara TN Kelimutu dengan Pusat Penelitian Biologi-LIPI-Bogor yang mana mereka menurunka tim terdiri dari Ir. Albert Husein Wawo, MSi, Dr. Hary Wiriadinata, Ir. Sudayanti, Achmad Saim, BSc dan Wardi. Dijelaskannya, studi tahun 2007 lalu merupakan studi awal dari rangkaian studi komunitas flora dan fauna di TN Kelimutu yang direncanakan 3 tahap, dan diperkirakan akan berakhir tahun 2009.

"Ini merupakan satu kebanggaan bagi kita semua karena selama ini Kelimutu terkenal hanya keunikan danau tiga warna. Namun dengan ditemukan flora baru tersebut setidaknya menambah khasanah dan keindahan Kelimutu, dan dengan begitu pengunjung yang hendak ke Kelimutu tidak hanya sekedar melihat Danau Kelimutu namun bisa menikmati keindahan lainya baik flora maupun fauna yang ada di taman nasional ini," kata Gatot.

Friday, June 20, 2008

Kelemahan pertama Firefox 3 ditemukan berselang lima jam sejak diluncurkan

Celah keamanan telah ditemukan pada browser web teranyar Firefox 3 hanya berselang lima jam sejak diluncurkan. Kelemahan pertama ditemukan perusahaan pengembang software keamanan Tipping Point dan telah dilaporkan kepada pihak Mozilla.

Tipping Point menilai kelemahan tersebut termasuk dalam klasifikasi genting. Namun, penyusup hanya dapat menggunakannya jika pengunjung web meng-klik halaman web tertentu yang akan menjalankan kode jahat (malicious code). Hal serupa juga menjadi masalah penting di web browser sebelumnya Firefox 2.0.



Selama Mozilla masih mencari cara untuk menutup kelemahan tersebut, penjelasan rinci mengenai kelemahan tersebut tidak akan diumumkan secara detail kepada publik. Begitu solusinya ditemukan, Tipping Point akan memberikan penjelasan di web resminya.

Kelemahan tersebut ditemukan dalam program rutin Tipping Point yang disebut Zero Day Initiative. Tipping Point menjanjikan hadiah uang tunai kepada pelapor kelemahan yang terbukti benar setelah diverifikasi. Jual beli informasi kelemahan seperti ini memang menjadi salah satu komoditi baru di dunia maya.

WAH

Pergeseran gunung es memicu gempa di lain tempat

Pergeseran es dalam volume besar di kutub ternyata dapat memicu gempa yang getarannya menyebar hingga ratusan kilometer. Jenis gempa yang tidak dipicu aktivitas lempeng tektonik atau gunung berapi ini terjadi beberapa kali di Antartika.



Gempa ditunjukkan rekaman jaringan seismograf yang dipasang Douglas Wiens dari Universitas Washington, AS dan timnya di sekitar Kutub Selatan. Sinyal aktivitas seismik terekam tahun 2001 dan 2003.

"Awalnya kami tidak tahu dari mana asal gelombang tersebut, namun akhirnya kami dapat mendeteksi bahwa sumbernya dari gerakan es," ujar Wiens yang melaporkannya dalam jurnal Nature edisi terbaru. Ia mengatakan kekuatan gempa yang dipicu gerakan es ini sangat besar karena setara dengan gempa tektonik dengan skala 7.



WAH
Sumber : LIVESCIENCE